berita terbaru Indonesia, analisis | Latest breaking Indonesian news headlines

Prospek Saham Disney 2024: Apakah Strategi Bob Iger Bisa Membawa Kembali Sihirnya?

Disney Stock

(SeaPRwire) –   Saham Perusahaan Walt Disney (NYSE: DIS) dengan kenaikan tahun ke tahun sedikit di atas 6%, jauh tertinggal dari indeks . Kegagalan jangka panjang ini, dengan kerugian 18% selama lima tahun terakhir dan kenaikan moderat 31% selama satu dekade terakhir, menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan raksasa hiburan ikonik ini untuk pulih pada 2024.

Menganalisis Underperformance Disney

Perspektif historis menunjukkan saham Disney gagal menyamai SPDR S&P 500 ETF (SPY), hanya menghasilkan satu per lima imbal hasil selama satu dekade terakhir. Meskipun menjadi merek global yang dikenal luas dan melayani berbagai kelompok usia, kesulitan Disney saat ini untuk memenuhi harapan investor tampak jelas.

Faktor di Balik Penurunan Disney

1. Kekhawatiran Pertumbuhan Laba

Laba operasi Disney, yang berdiri pada $10,7 miliar pada tahun fiskal 2013, hanya mengalami pertumbuhan kecil, mencapai $12,8 miliar pada tahun fiskal terakhir. Meskipun pulih dari level terendah COVID-19, pertumbuhan anemik ini selama satu dekade terakhir mencerminkan kinerja suram saham Disney.

2. Penurunan Kontribusi Jaringan Media

Perubahan pelaporan Disney selama satu dekade terakhir membuat perbandingan langsung sulit. Segmen Jaringan Media yang dulu mendominasi, memberikan lebih dari 63% pendapatan operasi pada tahun fiskal 2013, mengalami penurunan drastis. Segmen Hiburan dan Olahraga gabungan pada tahun fiskal 2023 melaporkan pendapatan operasi sebesar $3,9 miliar, $2,7 miliar lebih rendah dari segmen Jaringan Media pada 2013.

3. Tantangan Streaming

Penurunan TV berbayar, dipengaruhi oleh kenaikan streaming, telah mempengaruhi laba Disney. Meskipun Disney+ mencapai 100 juta pelanggan dalam 16 bulan, segmen streaming, kini bagian dari segmen Hiburan, terus mencatat kerugian.

4. Kinerja Box Office di Bawah Ekspektasi

Rilis terbaru, termasuk “Wish” dan “The Marvels,” kurang berhasil di box office. Kembalinya CEO Bob Iger belum segera diterjemahkan ke pemulihan saham, meskipun berbagai langkah telah diambil untuk merevitalisasi perusahaan.

Prospek Pemulihan Disney pada 2024

Strategi Bob Iger untuk merevitalisasi Disney dapat memberi buah pada 2024:

1. Kualitas di Atas Kuantitas

Menyadari rilis teatrikal yang kurang memuaskan, Iger menekankan prioritas kualitas di atas kuantitas, menandakan pergeseran dalam strategi konten Disney.

2. Kemajuan Bisnis Streaming

Iger memperkirakan bisnis streaming Disney akan mencapai titik impas pada akhir tahun fiskal ini, dengan inisiatif penghematan biaya yang diperluas menargetkan $7,5 miliar penghematan struktural.

3. Platform Langsung ke Pelanggan dan Investasi

Rencana untuk meluncurkan platform langsung ke pelanggan untuk ESPN pada 2025 dan investasi senilai $60 miliar di taman selama satu dekade ke depan menunjukkan komitmen Disney terhadap pertumbuhan masa depan.

4. Persepsi Pasar dan Profitabilitas

Fokus Iger pada film sebagai alat yang kuat untuk membentuk persepsi perusahaan menandakan pergeseran strategis dari memperbaiki ke membangun. Profitabilitas streaming dan langkah penghematan biaya Disney dapat mengubah persepsi pasar dan mendorong pemulihan saham.

Kesimpulan: Kembalinya “Sihir” Disney

Meskipun menghadapi tantangan baru-baru ini, inisiatif strategis Disney, langkah penghematan biaya, dan fokus baru pada konten berkualitas menempatkan perusahaan untuk potensi pemulihan pada 2024. Dengan rasio harga-laba 12 bulan sebesar sedikit di bawah 21x, saham terlihat wajar dinilai, dan eksekusi strategi Iger yang berhasil dapat mengubah sentimen pasar dan memimpin kebangkitan saham.

Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.

Sektor: Top Story, Daily News

SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.