TLDR
- CEO Goldman Sachs menyerukan sistem berbasis aturan untuk operasi kripto AS.
- Solomon mengatakan pasar membutuhkan aturan untuk beroperasi dengan aman dan sehat.
- Referensi El Salvador menyoroti risiko mengoperasikan kripto tanpa aturan.
- Solomon mengonfirmasi kripto adalah bagian kecil namun berkembang dari bisnis Goldman Sachs.
(SeaPRwire) – CEO Goldman Sachs, David Solomon, mengatakan sangat penting untuk membangun sistem berbasis aturan untuk mata uang kripto di AS. Ia menyampaikan komentar tersebut dalam sebuah wawancara dengan Sara Eisen dari CNBC di World Liberty Forum di Palm Beach, Florida.
Goldman Sachs CEO David Solomon said he owns very little , but is closely watching the asset and highlighted regulation as a key constraint.
What happens when the Clarity Act gets pushed through?!
![]()
— Crypto Crib (@Crypto_Crib_)
Solomon menekankan bahwa sistem perbankan AS harus berdampingan dengan inovasi teknologi. Ia berkata, “Kita perlu memiliki sistem berbasis aturan untuk mengoperasikan pasar dengan aman dan sehat.” Solomon menyarankan agar mereka yang berharap beroperasi tanpa aturan sebaiknya mempertimbangkan untuk pindah ke El Salvador, yang telah mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.
Legislasi dan Kerangka Regulasi
Pernyataan Solomon muncul beberapa minggu setelah komite Senat memajukan rancangan undang-undang pasar mata uang kripto. RUU tersebut mengusulkan struktur regulasi nasional untuk aset digital di AS.
Legislasi tersebut menghadapi tantangan, termasuk apakah perusahaan dapat menawarkan imbalan pada stablecoin. Bank-bank menentang imbalan ini karena dapat bersaing dengan pembayaran bunga tradisional. Senator Bernie Moreno, R-Ohio, mencatat bahwa beberapa kekhawatiran masih ada, tetapi berharap RUU tersebut akan disahkan oleh Kongres pada bulan April.
Goldman Sachs dan Bisnis Terkait Kripto
Solomon mengonfirmasi bahwa Goldman Sachs sedang menjajaki aset kripto dan digital tetapi mengatakan itu merupakan bagian kecil dari keseluruhan bisnis bank. Ia berkata, “Kami menyentuh semua hal itu, tetapi itu tidak berarti itu adalah inti dari apa yang kami lakukan.”
Ia juga menyoroti bahwa bank bertujuan untuk memenuhi kebutuhan klien di ruang kripto yang terus berkembang. Solomon berkata, “Kami memiliki klien, klien kami memiliki kebutuhan, kami di sini untuk melayani klien kami.” Ia menekankan bahwa pendekatan bank bersifat hati-hati dan berfokus pada integrasi yang aman dengan sistem keuangan yang ada.
Reaksi Industri dan Prospek Masa Depan
CEO Coinbase, Brian Armstrong, menyambut baik proses legislatif, mengatakan hal itu menawarkan potensi kemenangan bagi kripto, bank, dan konsumen. Ia menambahkan bahwa RUU tersebut dapat membantu AS menjadi pemimpin global dalam kripto.
Kepemilikan bitcoin El Salvador, yang dibeli sejak 2022, telah menurun nilainya dari $800 juta menjadi sekitar $500 juta, menggambarkan risiko mengoperasikan kripto tanpa aturan yang jelas. Referensi ini memperkuat argumen Solomon untuk regulasi yang dikodifikasi di AS.
Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.
Sektor: Top Story, Daily News
SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.

