Galaxy Digital Mengumumkan Program Pembelian Kembali Saham US$200 Juta untuk Tahun 2026

TLDR

  • Galaxy Digital telah mengizinkan program pembelian kembali saham senilai $200 juta untuk membeli kembali saham biasa Kelas A-nya.
  • Program pembelian kembali ini akan berlangsung selama 12 bulan dan dapat dilakukan di pasar terbuka atau melalui transaksi pribadi.
  • Rencana pembelian kembali Galaxy bersifat fleksibel dan tidak memaksakan perusahaan untuk membeli kembali saham mana pun.
  • Program ini tunduk pada persetujuan untuk pembelian yang dilakukan di Toronto Stock Exchange.
  • Mike Novogratz, CEO Galaxy, menyatakan kepercayaan pada posisi perusahaan saat memasuki tahun 2026.

(SeaPRwire) –   Galaxy Digital Inc. (Nasdaq: GLXY) telah mengizinkan program pembelian kembali saham senilai $200 juta. Program ini akan memungkinkan perusahaan untuk membeli kembali saham biasa Kelas A-nya selama 12 bulan ke depan. Galaxy bermaksud menggunakan program pembelian kembali ini untuk mengembalikan modal kepada pemegang saham ketika sahamnya dianggap undervalued (di bawah nilai sebenarnya).

Detail Program Pembelian Kembali Saham

Galaxy mengumumkan bahwa perusahaan dapat membeli kembali saham di pasar terbuka atau melalui transaksi yang dinegosiasikan secara pribadi. Pembelian kembali akan mengikuti pedoman rencana perdagangan Rule 10b5-1 dan mematuhi peraturan sekuritas dan aturan bursa yang berlaku. Program pembelian kembali tetap fleksibel, tanpa kewajiban bagi Galaxy untuk membeli kembali saham mana pun.

Program ini berdurasi 12 bulan dan akan tunduk pada persetujuan jika pembelian kembali dilakukan di Toronto Stock Exchange. Jika saham dibeli kembali di Nasdaq, pembelian akan dibatasi hingga 5% dari saham beredar Galaxy pada awal program. Perusahaan tidak menentukan kapan pembelian kembali akan dimulai atau seberapa besar bagian dari $200 juta yang akan digunakan.

Posisi Keuangan dan Strategi Galaxy

Mike Novogratz, pendiri dan CEO Galaxy, menyatakan kepercayaan pada posisi perusahaan untuk tahun 2026. “Kami memasuki 2026 dari posisi kekuatan,” kata Novogratz. Dia menambahkan bahwa neraca keuangan perusahaan dan investasi berkelanjutan memberikan keluwesan untuk pengembalian modal ketika waktunya tepat.

Langkah ini mengikuti kinerja keuangan yang menantang bagi Galaxy, yang melaporkan kerugian bersih $482 juta untuk Triwulan IV 2025. Untuk tahun penuh, perusahaan mencatat kerugian $241 juta. Kerugian ini dikaitkan dengan penurunan harga aset digital dan sekitar $160 juta biaya satu kali.

Meskipun mengalami kerugian keuangan, Galaxy telah melihat kenaikan harga sahamnya. Harga saham telah naik sekitar 17% dalam 24 jam terakhir. Namun, selama sebulan terakhir, saham tetap turun sekitar 25%, mencerminkan tren luas di pasar ekuitas terkait kripto.

Dampak Industri dan Tren Pasar

Penurunan harga saham Galaxy mencerminkan penarikan yang lebih besar di pasar kriptocurrency. Harga Bitcoin, khususnya, telah turun dari puncak lebih dari $97.000 pada Januari ke rendah sekitar $60.300. Perusahaan lain di sektor kripto juga mengalami penurunan tajam, termasuk Circle Internet Group, keduanya melaporkan kerugian besar selama sebulan terakhir.

Selain itu, perusahaan dengan kepemilikan Bitcoin yang besar, seperti MicroStrategy, telah terdampak parah oleh penurunan harga. MicroStrategy, pemegang Bitcoin publik terbesar, telah melihat harga sahamnya turun hampir 68% selama enam bulan terakhir. Perusahaan penambangan Bitcoin, termasuk Marathon Digital Holdings dan IREN Limited, juga mengalami penurunan nilai saham mereka.

Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.

Sektor: Top Story, Daily News

SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.