berita terbaru Indonesia, analisis | Latest breaking Indonesian news headlines

Patung Churchill di London Dirusak dengan Pesan Anti-Israel

(SeaPRwire) –   Seorang pria ditangkap setelah patung mantan Perdana Menteri Winston Churchill dirusak dengan grafiti berwarna merah di London, menurut catatan Polisi Metropolitan dalam sebuah postingan di X.

Foto-foto menunjukkan patung dan alasnya dirusak dengan pesan-pesan seperti “NEVER AGAIN IS NOW,” “ZIONIST WAR CRIMINAL” DAN “GLOBALISE THE INTIFADA!”

“Semalam, patung Winston Churchill di Parliament Square dicorat-coret dengan cat merah,” catat polisi pada hari Jumat.

“Petugas tiba di tempat kejadian dalam waktu dua menit setelah mendapat peringatan tak lama setelah pukul 4 pagi. Seorang pria berusia 38 tahun ditahan setelah ditangkap dengan tuduhan kerusakan kriminal yang diperberat secara rasial,” tambah mereka.

Sebuah kelompok aktivis Belanda mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut.

“Pada pagi hari tanggal 27 Februari, patung Winston Churchill di Parliament Square dirusak dengan cat merah. Protes ini diorganisir dan dilaksanakan oleh @freethefilton24nl,” klaim sebuah postingan di Instagram.

Postingan tersebut menampilkan pernyataan yang telah direkam sebelumnya di mana seorang pria berkata, “Nama saya Olax Outis. Saya adalah warga negara Belanda.”

Ia mengidentifikasi dirinya sebagai “bagian dari kelompok aksi Belanda bernama Free the Filton 24 NL,” dan menjelaskan, “Saya datang ke Inggris untuk merusak patung salah satu penjahat perang paling terkenal dalam sejarah, Winston Churchill.”

Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.

Sektor: Top Story, Daily News

SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.