(SeaPRwire) –
By: Oliver Hawthorne

Konsolidasi industri streaming sedang berjalan dengan cepat. Yang dulu dianggap underdog, CBS All Access, sekarang siap menjadi raksasa terbesar melalui merger dengan Warner Bros Discovery. Ini bertentangan dengan prediksi 10 tahun yang lalu, ketika hampir semua orang tidak mempercayai potensi platform tersebut. Banyak penonton khawatir akan hilangnya pilihan, tapi alur perubahan ini menunjukkan bahwa konsolidasi adalah jalan utama untuk bertahan di pasar yang kompetitif.

Pada 12 Juni 2026, Departemen Kehakiman AS menyetujui pembelian Warner Bros Discovery oleh Paramount. Ini adalah konsolidasi media terbesar sejak Disney menggabungkan dengan 20th Century Fox pada 2019. Menurut laporan Collider pada 11 Juni, eksekutif kedua perusahaan tidak berniaga menjaga Paramount+ dan HBO Max beroperasi secara terpisah selamanya. Mereka memiliki rencana untuk menggabungkan kedua layanan. Hasilnya akan menjadi platform dengan 200 juta pelanggan dan perpustakaan media yang luar biasa besar. CBS All Access baru diubah nama menjadi Paramount+ pada 2021. Perubahan ini terjadi karena Viacom dan CBS bergabung kembali setelah terpisah sejak 2005. Ini membuat IP seperti Star Trek kembali berada di bawah satu atap.

Dari sudut pandang konsumen, merger ini tidak terlalu berbeda dengan Disney-Fox pada 2019. Pada awalnya dianggap monumental, tapi sekarang sudah diterima sebagai hal biasa. Kebanyakan penonton tidak akan membicarakan etika bisnis dari mega-studio ini. Mereka juga tidak akan ingat bahwa HBO Max pernah diprediksi gagal saat diluncurkan pada 2020. Atau bahwa CBS All Access dulu berjuang untuk membuktikan relevansinya di hadapan Netflix. Yang benar-benar menjadi hambatan utama adalah harga langganan. Jika platform baru menetapkan harga yang terlalu tinggi, banyak penonton akan memilih untuk tetap menggunakan layanan yang lebih murah.
Author bio: Oliver Hawthorne, Korresponden Utama majalah teknologi internasional yang fokus pada analisis industri streaming dan konsolidasi media global.
