(SeaPRwire) –
By: Christian Pierce

Franchise Scary Movie yang dulu menjadi fenomena parodi horor kini terjebak dalam stagnasi pertumbuhan. Sekuel terbarunya yang tayang saat ini menunjukkan bahwa franchise ini gagal menyesuaikan dengan tren komedi dan horor modern saat ini.

Mari kita tinjau fakta-fakta intinya. Franchise ini bermula setelah keberhasilan Scream tahun 1996, yang memicu gelombang film parodi horor murah. Film pertama Scary Movie berhasil meraup 278 juta dolar AS di box office, dan menghasilkan 5 sekuel hingga 13 tahun yang lalu. Sekuel terbaru ini mengambil dasar dari reboot Scream 5, dan menampilkan gagan Ghostface yang sama seperti awal. Namun leluconnya tentang film horor modern seperti Get Out, Longlegs, dan Sinners hanyalah lelucon singkat yang tidak menyentuh inti perubahan genre horor selama dekade terakhir. Para pembuat kembali mengandalkan Wayans Brothers, tapi humor yang ditawarkan sudah sangat ketinggalan zaman, dengan lelucon toilet dan ofensif terhadap komunitas LGBTQ+ serta karakter wanita kulit hitam bernama Dei yang mendapatkan akhir kejam.

Industri komedi parodi sudah bergerak maju. Film-film seperti The Blackening, Weird: The Al Yankovich, dan The Naked Gun tahun lalu berhasil membawa parodi ke zaman modern. Mereka tidak hanya meniru, tapi menambahkan sudut pandang yang orisinil.
Jika Scary Movie 6 berhasil meraih kesuksesan komersial, Paramount Pictures akan terus memproduksi sekuel lain. Tapi untuk menghindari kematian franchise ini, para pembuat harus berhenti mengulang gaya humor lama dan mulai menyesuaikan dengan tren parodi modern yang sudah ada saat ini.
Author bio: Christian Pierce, penulis kolom keuangan utama dan komentator pasar yang telah mengamati industri hiburan global selama lebih dari 15 tahun.
