Penangkian Terdu Teroris Hamas di Kreta: Mengapa Kapal Pesiar Israel Menjadi Sasaran Utama?

(SeaPRwire) –   By: Marcus Sterling

Ketegangan perang Gaza tidak terbatas di Tanah Gaza.
Ancaman teror kini menyebar ke wilayah Eropa Selatan.
Kapal pesiar Israel menjadi titik api berulang di pelabuhan Yunani.

Polisi Yunani menangkap pria Gaza berusia 37 tahun di Kreta pada hari Minggu.
Dia diberikan suaka setahun setelah perang Gaza pecah.
Pada pernyataan awal, polisi tidak mengidentifikasi tersangka atau sasaran.
Dia diduga terhubung dengan empat terduga teroris Hamas yang ditangkap di Siprus.
Keduanya melakukan perjalanan ke Malaysia untuk latihan membuat bom dari bahan kimia komersial.
Kapal pesiar MS Crown Iris menjadi sasaran serangan yang direncanakan.
Kapal itu akan tiba di Kreta pada hari Selasa.
Pencarian di rumah di Kreta dan Athena menemukan hp, laptop, harddisk eksternal dan kartu bank.
Hal ini dilaporkan oleh Associated Press.
Polisi juga menemukan peralatan laboratorium di lokasi pencarian, menurut stasiun penyiaran negara ERT.
Pria tersebut adalah tukang listrik yang bekerja di hotel di Kreta selama setahun.
Dia akan diperiksa oleh hakim pada hari Minggu ini.
Dia memesan bahan kimia yang bisa dipakai membuat bom secara online.
Ini adalah bagian dari penyelidikan teror regional yang lebih luas.
Pihak berwenang Siprus menangkap dua orang Palestina pada 22 Mei.
Dua orang Palestina lagi ditangkap pada 29 Mei dalam penyelidikan yang sama.
Protes terhadap MS Crown Iris sudah berlangsung sejak tahun lalu.
Pada 3 Juni, para pengunjuk rasa berkumpul di pelabuhan Piraeus.
Pada Juli 2025, polisi menggunakan gas air mata untuk menghentikan protes di Kreta.
Pengunjuk rasa menuduh Mano Maritime untung dari perang Gaza.
Mereka mengatakan perusahaan itu melayani tentara IDF yang sedang cuti.
Otoritas belum mengajukan dakwaan formal terhadap tersangka.

Penyelidikan ini menunjukkan jaringan teror Hamas yang luas di luar Timur Tengah.
Setiap penangkian membawa biaya geopolitik yang tinggi untuk pihak berwenang.
Masyarakat Yunani menunjukkan ketidakpuasan terhadap perang Gaza melalui protes.
Hubungan antara Yunani, Israel dan kelompok teror akan semakin rumit.
Tidak ada solusi cepat untuk menenangkan ketegangan regional ini.

Author bio: Marcus Sterling, Peneliti Senior di lembaga strategis independen Eropa yang fokus pada ketegangan regional Timur Tengah dan Eropa.