Bukan Sekadar Nostalgia: Mengapa ‘Masters of the Universe’ Meminjam Nyawa dari Highlander

(SeaPRwire) –   By: Alex Mercer

Film *Masters of the Universe* terbaru mencoba terlalu keras untuk menjadi surat cinta bagi estetika tahun 80-an. Kita melihat palet warna yang memanjakan mata dan nama-nama karakter konyol seperti He-Man atau Fisto yang diolah kembali sebagai imajinasi masa kecil Adam. Namun, di balik lapisan nostalgia yang tebal, ada upaya sadar untuk menanamkan referensi silang yang terasa janggal sekaligus cerdas. Ini bukan sekadar *Easter egg* biasa, melainkan manuver studio yang memanfaatkan properti intelektual lain untuk membangun kredibilitas aksi fantasi mereka di layar lebar.

Pada babak awal, penonton disuguhi adegan Adam yang diperankan Nicholas Galitzine ditangkap polisi setelah mengambil pedang dari toko komik. Polisi melontarkan lelucon tentang *Highlander*, merujuk pada film tahun 1986 di mana Connor Macleod juga berurusan dengan hukum karena pedangnya. Secara naratif, ini terasa dipaksakan karena polisi jarang menjadikan film fantasi sebagai referensi saat menangkap orang. Namun, Amazon MGM memiliki kepentingan strategis di sini. Mereka sedang memproduksi *reboot* *Highlander* yang disutradarai Chad Stahelski dan dibintangi Henry Cavill.

Kejutan sebenarnya muncul di babak akhir saat lagu “Princes of the Universe” milik Queen diputar. Lagu ini adalah identitas utama *Highlander*, baik untuk film orisinal maupun serial televisinya. Menggunakan lagu ini dalam film He-Man setara dengan meminjam tema *Ghostbusters* untuk film yang tidak ada hubungannya dengan pemburu hantu. Menariknya, mereka menggunakan hampir seluruh bagian lagu, termasuk bagian *bridge* yang jarang terdengar di film aslinya. Ini adalah upaya untuk menyuntikkan energi *Highlander* ke dalam dunia Eternia yang lebih cerah.

Strategi ini menunjukkan bahwa studio tidak lagi sekadar menjual satu waralaba secara terisolasi. Mereka sedang mencoba menciptakan semacam “jaringan pedang” di bawah payung Amazon MGM. Dengan meminjam elemen ikonik dari *Highlander*, mereka mencoba menarik audiens yang lebih dewasa ke dalam dunia He-Man yang kekanak-kanakan. Pada akhirnya, ini adalah taktik pemasaran yang sangat pragmatis untuk mengamankan perhatian pasar di tengah persaingan waralaba fantasi yang semakin sesak.

Author bio: Alex Mercer, seorang analis teknologi dan pengamat industri media yang berbasis di Silicon Valley, berfokus pada dekonstruksi strategi konten dan pergeseran lanskap properti intelektual di era streaming.