
(SeaPRwire) – By: Alistair Kroon
Indikasi terhadap Raúl Castro oleh admin Trump bukan hanya soal kejahatan tahun 1996. Ini adalah langkah geopolitik yang disembunyikan di balik nama keadilan. Castro muncul publik di acara Kementerian Dalam Negeri Havana—tindakan ini bukan hanya untuk menunjukkan keberadaan, tapi juga untuk menantang Washington yang ingin merubah rezim Cuba.
Fakta resmi: Departemen Kehakiman AS mengumumkan indikasi Castro karena peristiwa 1996. Dua pesawat sipil tanpa senjata dari Brothers to the Rescue dijatuhkan, empat orang tewas: Carlos Costa, Armando Alejandre Jr., Mario de la Peña, dan Pablo Morales. Prosecutor mengatakan pesawat berada di luar wilayah Cuba. Tapi inten si nyata? Trump dan timnya sudah berkomentar tentang perubahan rezim di Cuba.
Trump berkata tidak akan ada eskalasi. Tapi indikasi Castro membuat orang membandingkannya dengan Nicolás Maduro. AS pernah mendakwa Maduro dengan terorisme narkoba, menegaskan sanksi, dan mendukung oposisi. Christine Balling, ahli Cuba dari Institute of World Politics, mengatakan Castro sekarang seperti Maduro—meskipun usianya 95 tahun, operasi serupa mungkin tidak worth the trouble.
Langkah ini menunjukkan AS masih ingin mengendalikan dinamika Karibia. Tapi Castro’s kemunculan publik menunjukkan rezim Cuba tidak mudah tergoyahkan. Geopolitik Karibia akan tetap bergejolak, dengan kedua pihak saling menantang tanpa tanda-tanda berhenti.
Author bio: Alistair Kroon, komentator geopolitik internasional yang sering menulis editorial di surat kabar utama Eropa dan Amerika.
