




(SeaPRwire) – By: Alex Mercer, Silicon Valley Tech Director & Industry Geek Analyst
Kembali di tahun 2020, saat lockdown membuat kita tinggal dirumah, beberapa hal jadi sorotan bersama. Misalnya, seluruh seri original Avatar: The Last Airbender muncul di Netflix, sementara Warner Bros. dan HBO Max mengeluarkan beberapa film langsung ke streaming maupun bioskop, seperti Godzilla vs. Kong dan reboot Mortal Kombat 2021. Dan tentu saja, ada Among Us.
Game ini awalnya terbit tahun 2018 dengan sedikit fanfare, tapi selama lockdown, mendapat lonjakan perhatian. Bermainnya berarti mengintai siapa di antara awak kapal yang sebenarnya adalah penipu asing. Owen Dennis, pembuat seri animasi Infinity Train, sekarang membuat show Among Us untuk Paramount. Dia melihat game ini menjadi fenomenon, seperti ketika tetangganya punya pesta ulang tahun dan anak-anak membawa karakter Among Us di mobil, atau ketika dia melihat game itu dicoret-coret di taman.
Meskipun Among Us nggak punya narasi resmi seperti Resident Evil, bikin adaptasi itu nggak gampang. Shownya mirip dengan game, dengan 11 awak kapal yang menemukan ada penipu asing yang ingin membunuh mereka satu per satu. Bedanya, Dennis bisa bikin cast terkenal dari awal, mengganti avatar tanpa suara dengan karakter nyata yang diisi oleh aktor terkenal.
Dennis bilang, bikin cast ensemble itu seru. Dia harus mikir 11 orang beda dan bagaimana mereka berinteraksi, tanpa menganggap salah satu sebagai karakter utama. Castnya termasuk Yvette Nicole Brown, Elijah Wood, Dan Stevens, Randall Park, dan Kimiko Glenn. Show ini punya bahasa visual unik dengan animasinya, tapi tetap mempertahankan desain karakter minimalis game itu. Padahal, biasanya aktor suara lebih suka karakter yang lebih ekspresif. Tapi Park dan Glenn, yang mainkan kapten kapal Red dan ahli geologi Cyan, bilang nggak masalah.
Glenn bilang, karena scriptnya bagus, meskipun hanya warna-brown di angkasa aja, orang bakal suka. Karakter-karakternya keren dan kaya. Viewernya pasti bakal terikat dengan awak kapal di Skeld. Sayangnya, setiap episode pasti ada satu yang mati dengan cara hebat. Dari segi cerita, show ini punya banyak kematian dan animasi darah, yang menarik buat pembuat dan aktornya.
Park bilang, jadi bagian sesuatu yang seru, kayak di film-film seperti Predator, dimana teman-teman yang kita suka terus mati satu per satu. Dennis juga ingin setiap karakter mati dengan cara yang menggelegar. Selain itu, show ini juga punya kritik penting mengenai eksploitasi kerja kapitalis. Selain dihantam oleh alien yang bisa berubah bentuk, awak kapal di Skeld juga harus berurusan dengan upah yang rendah dan kurang dihargai. Ini nggak ada di game awalnya, tapi bisa ditemukan dalam inspirasi game seperti The Thing dan Alien. Untuk Dennis, hal ini muncul alami, karena premise show dan game itu memang sebangun.
Dennis bilang, dia punya pendapat tentang budaya kerja kapitalis, dan dia rasa orang yang bikin game juga begitu. Di kapal itu, perusahaan nggak peduli sama para pekerja. Entah itu kritik atau itu justru seperti kehidupannya. Sekarang, kita punya masalah dengan perusahaan, dan orang-orang perlu lebih banyak kekuatan. Among Us sekarang bisa ditonton di Paramount+.
Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.
Sektor: Top Story, Daily News
SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
